Berita & Artikel

Sungai
Sawit
Hutan
Ragam

Sungai Siak Kehidupan Warga

Siang tanggal Juli 2008,tampak sebuah perahu penyeberangan mengangkut beberapa orang warga melewati Sungai Siak. Dengan tenaga minimal, Karena lelah, seorang perempuan paruh baya mengayuh perahunya untuk dapat melayani j...

Biofuel; A Trap

Perkumpulan elang bersama dengan Sawit Watch, Yayasan Setara, Walhi Sumatera Selatan meluncurkan buku sederhana dengan judul " Biofuel; A Trap ". Buku ini lahir dari sebuah catatan-catatan Kecil namun penting yang ditemu...

Pencemaran Sungai di INHU Berlangsung Sistematik

Pencemaran dan kerusakan lingkungan di dua sungai di Kabupaten Indragiri Hulu yang disebabkan operasi Riau Baruharum sudah berlangsung sistemik dan lama. Pihaknya menuding, izin Amdal perusahaan diduga sarat kepentingan,...

Harga Sawit di Riau Naik 23,49 Persen

PEKANBARU-Harga Tandan Buah Segar (TBS) Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan. Kenaikannya kali ini cukup signifikan mencapai sekitar 23,49 persen. Kondisi ini tentu menjadi kabar gembira kepada para petani sawit Riau...

Hutan Alam Riau Makin Terancam PDF  | Print |  E-mail
Wednesday, 16 June 2010 00:00

Perjanjian penurunan emisi akibat penggundulan dan degradasi hutan Indonesia dan Norwegia tampaknya sulit menyelamatkan hutan alam di Riau. Pemerintah harus bekerja lebih serius untuk mencegah penggundulan hutan alam Riau yang sebagian besar dikepung areal hutan tanaman industri dan perkebunan yang memiliki izin.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi di Jakarta, Selasa (15/6). Greenomics Indonesia adalah organisasi nonpemerintah yang aktif mengkaji aspek ekonomi lingkungan dan kehutanan.

”Ada 711.971,5 hektar hutan alam Riau yang berada di areal konsesi hutan tanaman industri dan perkebunan yang tidak bisa diselamatkan oleh letter of intent (LOI) Indonesia dan Norwegia. Hutan alam yang bakal dikonversi tersebut berada di 34 areal izin konsesi HTI dan 93 konsesi perkebunan,” kata Elfian. Data tersebut merupakan hasil analisis citra satelit Greenomics Indonesia yang dibuat akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010.

Read more...
 
NGOs demand justice in farmer shooting case PDF  | Print |  E-mail
Friday, 11 June 2010 00:00

Representatives of nongovernmental organizations grouped under the Solidarity for Riau Farmers held an art performance outside the National Police Headquarters in South Jakarta on Thursday to protest the death of a palm oil farmer at the hands of Mobile Brigade officers.

They also reported the murder of Yusniar, a 45-year-old mother of Kuantan Senggigi, to the police’s detective directorate.

Yusniar is believed to have been shot dead by the Mobile Brigade officers during a recent rally staged by hundreds of local farmers.

“The police have abused their authority. The killing was a proof that law enforcers are no longer public servants but the defenders of businesspeople,” said Mukri Friatna, the Indonesian Environmental Forum’s (Walhi) West Region manager.

Read more...
 

PERKUMPULAN ELANG
Jl. Semangka/Amilin No.08 Sukajadi, Pekanbaru
Riau - Indonesia
Telp. +62761 42909
Email : elang.yayasan@gmail.com
www.perkumpulan-elang.org

Supported by :



PERKUMPULAN ELANG on Facebook
HERMANN